Latar Belakang
Komunikasi merupakan
hal yang penting dan sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari ,
komunikasi yang baik sangat penting bagi aktifitas kelompok atau organisasi
apapun. Maka apabila kita memiliki kemampuan komunikasi yang baik pasti
aktivitas apapun yang berhubungan dengan komunikasi akan baik juga. Apabila komunikasi
buruk maka paling sering dijadikan sumber-sumber konflik antar personal maupun
kelompok. Karena individu menghabiskan hampir 70 persen dari waktu mereka untuk
berkomunikasi. Yaitu diantaranya Menulis, membaca, mendengar, berbicara adalah
hal yang masuk akal untuk menyimpulkan bahwa satu dari kekuatan terbesar yang
merintangi kinerja kelompok yang berhasil adalah kurangnya komunikasi yang
efektif.
Disini akan di bahas tentang komunikasi bisnis verbal
dan komunikasi bisnis non verbal, yang diantara keduanya memiliki arti dan
contoh masing-masing.
1.
KOMUNIKASI VERBAL
Komunikasi verbal adalah suatu kegiatan percakapan/penyampaian informasi yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain, baik secara lisan(oral) maupun tulisan(written).
Ini adalah contoh
komunikasi verbal:
- Berbicara dengan seseorang atau kelompok orang
- Mendengarkan radio
- Membaca buku, majalah dan novel,
- Menulis surat lamaran, surat perjanjian jual
beli, brosur, dll.
- Berpidato dihadapan orang banyak
·
Membuat dan mengirim surat teguran kepada nasabah yang
menunggak pembayaran
·
Membuat dan mengirim surat penawaran harga barang
kepada pihak lain
·
Berdiskusi
dalam suatu tim kerja
·
Mengadakan
pelatihan manajemen kepada para manajer operasional/manajer lini
·
Melakukan
presentasi bisnis dengan para investor
Selain contoh diatas, komunikasi verbal
melalui lisan dapat juga dilakukan dengan menggunakan media, contoh seseorang
yang bercakap-cakap melalui telepon. Sedangkan komunikasi verbal melalui
tulisan dilakukan dengan secara tidak langsung antara komunikator dengan
komunikan. Proses penyampaian informasi dilakukan dengan menggunakan berupa
media surat, lukisan, gambar, grafik dan lain-lain.
Apabila
ingin Komunikasi bisnis berjalan dengan efektif yaitu tergantung pada
keterampilan seseorang dalam mengirim maupun menerima pesan. Secara umum untuk
mengirim pesan bisnis seseorang dapat menggunakan lisan (30 %) dan tulisan (9
%). Sedangkan untuk menerima pesan bisnis orang sering menggunakan pendengaran
/ mendengar (45 %) dan bacaan / membaca (16 %).
2.
KOMUNIKASI NON VERBAL
Komunikasi nonverbal adalah proses komunikasi
dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. Bentuk komunikasi ini
adalah menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata,
penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya,
simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas
suara, gaya emosi, dan gaya berbicara.
Banyak komunikasi verbal tidak efektif hanya
karena komunikatornya tidak menggunakan komunikasi non verbal dengan baik dalam
waktu bersamaan. Melalui komunikasi non verbal, orang bisa mengambil suatu
kesimpulan mengenai suatu kesimpulan tentang berbagai macam persaan orang, baik
rasa senang, benci, cinta, kangen dan berbagai macam perasaan lainnya.
Kaitannya dengan dunia bisnis, komunikasi non verbal bisa membantu komunikator
untuk lebih memperkuat pesan yang disampaikan sekaligus memahami reaksi
komunikan saat menerima pesan.
Contoh komunikasi non verbal yaitu:
·
Mengerutkan dahi tanda seseorang sedang berpikir
·
Tersenyum dan berjabat tangan sebagai cerminan rasa
senang, simpati dan penghormatan kepada relasi bisnis
·
menganggukkan kepala isyarat tanda setuju dengan
pendapat rekan bisnis
Yang
lainnya adalah melalui,
a.
Sentuhan
Sentuhan dapat termasuk: bersalaman, menggenggam tangan, berciuman, sentuhan di punggung, mengelus-elus, pukulan, dan lain-lain. Masing-masing bentuk komunikasi ini menyampaikan pesan tentang tujuan atau perasaan dari sang penyentuh. Sentuhan juga dapat menyebabkan suatu perasaan pada sang penerima sentuhan, baik positif ataupun negatif.
b. Gerakan
tubuh
Dalam komunikasi nonverbal, kinesik atau gerakan tubuh meliputi kontak mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frase, misalnya mengangguk untuk mengatakan ya; untuk mengilustrasikan atau menjelaskan sesuatu; menunjukkan perasaan, misalnya memukul meja untuk menunjukkan kemarahan; untuk mengatur atau mengendalikan jalannya percakapan; atau untuk melepaskan ketegangan.
c. Vokalik
Vokalik atau paralanguage adalah unsur nonverbal dalam suatu ucapan, yaitu cara berbicara. Contohnya adalah nada bicara, nada suara, keras atau lemahnya suara, kecepatan berbicara, kualitas suara, intonasi, dan lain-lain. Selain itu, penggunaan suara-suara pengisi seperti “mm”, “e”, “o”, “um”, saat berbicara juga tergolong unsur vokalik, dan dalam komunikasi yang baik hal-hal seperti ini harus dihindari.
d. Lingkungan
Lingkungan juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu. Diantaranya adalah penggunaan ruang, jarak, temperatur, penerangan, dan warna.
e. Kronemik
Kronemik adalah bidang yang mempelajari penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal. Penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal meliputi durasi yang dianggap cocok bagi suatu aktivitas, banyaknya aktivitas yang dianggap patut dilakukan dalam jangka waktu tertentu, serta ketepatan waktu (punctuality).
Komunikasi nonverbal sangat penting karena
memiliki pengaruh yang lebih besar dari pada komunikasi verbal,isyarat
komunikasi nonverbal sangat penting untuk menyampaikan perasaan dan emosi
seseorang.Keunggulan komunikasi nonverbal adalah reabilitasnya, hal ini
berkaitan dengan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap kebenaran pesan yang
disampaikan. Dengan isyarat nonverbal seseorang dapat mendeteksi kecurangan
ataupun menegaskan kejujuran informasi yang diterimanya.
3.GABUNGAN KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL
Contoh gabungan komunikasi verbal dan non verbal
Contoh gabungan komunikasi verbal dan non verbal
- Ketika seseorang mengatakan menolak sesuatu dia tidak hanya mengatakan dengan mengucapkan kata “tidak” namun juga disertai “gelengan kepala” atau “jari telunjuk yang bergerak kekiri dan kekanan”.
- Pada
saat akhir pertemuan, seseorang yang berpamitan tidak hanya mengucapkan
salam perpisahan/selamat tinggal namun juga melambaikan tangan.
- Ketika
orang marah dia tidak hanya mengucapkan kata-kata kekesalan namun juga menggebrak
meja dengan nada suara yang tinggi.
- Dalam
suatu pertemuan, pada saat bertemu dengan teman lama, seseorang tidak
hanya mengucapkan “hai” namun juga “mengulurkan tangan untuk bersalaman”.
- Ketika
seseorang memenangkan suatu pertandingan, selain dia mengucapkan “hore aku
menang”, dia juga melompat dengan menunjukkan ekspresi wajah kegirangan.
Sumber:
Emilya Octaviana
52213898
Soft Skill-Komunikasi
Bisnis
No comments:
Post a Comment